Para administrator jaringan sangat perlu memahami Subneting dalam implementasi jaringan. Subneting digunakan untuk melakukan penghematan range IP. Selain itu Subnating juga digunakan untuk keamanan jaringan komputer karena membatasi jumlah penggunaan IP address yang dapat digunakan pada komputer atau host.

Mengapa subneting perlu digunakan untuk melakukan penghematan IP dan kemanan jaringan? Karena range sebuah jaringan, sebagai contoh kelas C (ingat tutorial pertama) memiliki range atau jumlah host sebanyak 254 dalam satu jaringan. Hal ini sangat tidak efisien jika digunakan untuk jaringan kecil yang  membutuhkan jumlah komputer yang lebih sedikit. Maka digunakan subneting untuk memperkecil jumlah jaringan yang digunkaan untuk menghemat IP juga. Jika sudah meggunakan Subnating maka sudah keluar dari class full dan kemudian disebut dengan class less.

Sebagai contoh :

  1. 192.168.1.2 /26

–   Untuk mencari subnetmask :

Perhatikan /26 ini disebut dengan network previk, artinya binary 1 pada total 32 bit jumlahnya 26 dan binary 0 berjumlah 6.

Binary 11111111 11111111 11111111 11000000
Desimal 255 255 255 192

Jadi subnetmask-nya adalah : 255.255.255.192

–   Untuk mencari jumlah host :

Perhitungan untuk mencari jumlah host adalah dengan menggunakan rumus :

Sh = 2n-2

Keterangan rumus

Sh = Jumlah host dalam satu jaringan

n      = Jumlah binary 0 pada netmask

-2     = Dikurang 2 karena ada dua IP yang tidak boleh digunakan untuk host karena digunakan untuk IP Broadcast dan IP Network.

Diketahui : n = 6 (sesuai dengan contoh di atas)

Sh = 2n-2

= 26-2

= 64-2

= 62

Jadi jumlah host untuk  192.168.1.2 /26 adalah 62 host

–   Berikut IP yang digunakan :

Jaringan 1 :

192.168.1.0 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Network)

192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.62 (digunakan sebagai range IP host)

192.168.1.63 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Broadcast)

Jaringan 2 :

192.168.1.64 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Network)

192.168.1.65 sampai dengan 192.168.1.126 (digunakan sebagai range IP host)

192.168.1.127 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Broadcast)

Dan seterusnya….

2.    202.10.10.3 /30

–   Untuk mencari subnetmask :

/30 jika disusun dalam binary :

Binary 11111111 11111111 11111111 11111100
Desimal 255 255 255 252

Jadi subnetmask-nya adalah : 255.255.255.252

–   Untuk mencari jumlah host :

Diketahui : n = 2 (sesuai dengan contoh nomor 2)

Sh = 2n-2

= 22-2

= 4 – 2

= 2

Jadi jumlah host untuk 202.10.10.3 /30 adalah 2 host.

–   Berikut IP yang digunakan :

Jaringan 1 :

202.10.10.0 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Network)

202.10.10.1  sampai dengan 202.10.10.2 (digunakan sebagai range IP host)

202.10.10.3 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Broadcast)

Jaringan 2 :

202.10.10.4 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Network)

202.10.10.5  sampai dengan 202.10.10.6 (digunakan sebagai range IP host)

202.10.10.7 (tidak boleh digunakan karena sebagai IP Broadcast)

Dan seterusnya….

Dari kedua contoh di atas sebenarnya berasal dari kelas C, namun kemudian di subneting. Di kelas C terdapat 254 host, sedangkan setelah dilakuakan subneting maka jumlah host bisa diperkecil, dengan network previk /26 jumlah host menjadi 62 host sedangkan dengan network previk /30 jumlah host menjadi 2 host saja. Anda dapat melakukan subnating sesuai dengan jumlah komputer atau jumlah host yang anda butuhkan. Semoga berguna…

dikutip dari KabarIT.com

Iklan