www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2012/06/Eyejusters-2.pngKita sering mendengar ungkapan “Lihatlah segala sesuatu dengan kacamata positif”, tapi kenapa kita tidak berfikir “Bagaimana agar orang lain selalu melihat kita dengan kaca mata positif?”.

Ada banyak cara yang mungkin bisa dilakukan agar orang selalu memandang kita dengan kacamata positif dalam artian selalu melihat sisi positif dari apa yang kita lakukan, mungkin bisa dengan (1) Memperbaiki penampilan fisik, (2) Menjaga tutur kata dan sopan santun, (3) Menjadi pendengar yang baik, dan lain-lain..

Tetapi, selain berbagai cara tersebut, ada satu cara yang mungkin belum kita sadari, yaitu : “Memberikan bukti dengan sebuah karya yang nyata”. Ketika kita sudah bisa memberikan sebuah karya nyata yang bermanfaat, maka orang akan mudah untuk menemukan sudut pandang positif dari setiap kejadian yang ada pada diri kita.

Contoh kasus : (1) Ketika ada seorang pembicara yang mungkin karyanya belum kita kenal, dia berbicara dengan penuh semangat didepan banyak orang, akan tetapi pembicaraannya loncat kesana – kemari bahkan kadang-kadang sulit diikuti oleh para pendengar. Apa yang akan orang katakan tentang pembicara diatas?? (2) Kasus kedua, terjadi keadaan yang sama seperti kasus pertama, tapi yang menjadi pembicara adalah BJ.Habibie yang karyanya sudah memberikan banyak manfaat. Apa yang akan orang katakan tentang Beliau??

Asumsi :

(1) Untuk kasus pertama, mungkin para pendengar akan lebih mudah berpandangan negatif kepada pembicara, “bicaranya nglantur”, “Omongane ra cetho” atau komentar negatif lainnya..

(2) Tetapi untuk kasus kedua, pendengar akan lebih mudah menggunakan kacamata (baca:sudut pandang) positifnya, “Beliau (BJ Habibie) Kecepatan berfikirnya melebihi kecepatan lidahnya untuk menyampaikan isi fikirannya, sehingga wajar jika pembicaraannya loncat sana-sini”

Mari Berkarya!!!

Talk Less Do More…

Semoga tulisan singkat disore ini bisa membuat kita lebih baik lagi..

Iklan