Impian.. Boleh gak sih?

image

Lama gak ngeblog.. siang ini nyoba wordpress for android..

Impian.. Cita-cita.. Keinginan.. Tujuan.. Target… atau apapun namanya untuk sesuatu yang kita harapkan dimasa mendatang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Banyak istilah, kata-kata bijak, nasehat, slogan dan sejenisnya yang berhubungan dengan hal ini. Diantaranya : ” Gantungkan cita-cita mu setinggi langit”, “semua berawal dari impian”, sampai yang lagi ngetren “gantungkan impianmu 5 centi didepanmu” yang merupakan cuplikan inspirasi dari novel 5 cm dan sudah difilmkan juga..
Adanya impian dalam hidup kita setidaknya menunjukkan bahwa kita masih punya niat, punya gairah hidup, punya tujuan yang akan dicapai, punya kepercayaan diri, optimis, dan banyak hal positif dari sebuah impian.
Selama impian tak sekedar jadi impian tapi diikuti dengan usaha untuk mencapainya, sekecil apapun usaha itu harus dihargai dan diperhitungkan karena seribu langkah harus tetap diawali dengan sebuah langkah pertama.
Selain usaha menggapai impian, kita sering disarankan untuk menulis, dan menceritakan impian – impian kita agar lebih mudah tercapai, kok bisa? Karena saat impian itu sudah tersimpan diotak bawah sadar akan menuntun seluruh gerak – gerik dan aktivitas kita menuju impian tersebut, begitu kata para pujangga.. lho? Hehe
Ya kalu secara logika ada beberapa alasa kita menceritakan impian kita, setidaknya kepada orang dekat yang begitu kita percayai. Diantaranya : (1) Tanggungjawab, saat impian itu sudah kita ceritakan maka secara moral kita akan tertuntut untuk membuktikannya.. iya gak? Iya aja ya.. hehe (2) Doa, setiap ucapan adalah doa, saat kita menceritakannya secara tidak langsung kita sedang berdoa karena Allah maha mendengar kapanpun dan dimanapun. Selai itu juga kita berharap dia dari orang yang mendengarkan semua impian kita tadi. (3) Dukungan, saat kita menceritakan sudah pasti kita berharap dukungan dari sipendengar walaupun tak jarang justru kita di tentang atau di ejek. Hadapi secara positif dan jadikan itu tambahan motivasi. (4) Lega, saat kita selesai menceritakan akan ada rasa lega dihati. (5) Pengingat, setelah kita menceritakan impian kita bisa jadi kita terlupa dan bisa diingatkan oleh orang – orang yang telah mendengar impian – impian kita. Dan masih banyak lagi hikmah dari kita mencoba mengungkapkan impian-impian kita, tentu pada tempat yang tepat, dengan cara yang tepat, dan kepada orang yang tepat pula.
Nah, setelah kita berusaha mewujudkannya tentu kita harus siap dengan hasil terbaik yang kita terima, bagaimanapun juga Tuhan lebih tau mana yang terbaik untuk kita. Walaupun hasilnya jauh dari yang pernah kita tulis ataupun kita ungkapkan tapi yakinlah itu yang terbaik untuk kita.
Sekarang bagaimana jika kita berposisi sebagai pendengar impian orang? Artinya ada orang yang menceritakan impianya kepada kita? Tentu kita harus menanggapinya secara positif bagaimanapun caranya. Apalagi saat kita tau bahwa hasilnya tak sesuai dengan yang diungkapkannya dulu, kita harus bijak dan siap dengan hal itu, jangan sampai kita menghakiminya bahkan sampai membuatnya berhenti bermimpi.
Dia bermimpi setinggi itu aja baru dapat hasil yang segitu, gimana kalau dia gak bermimpi? Begitulah gampangnya.
Andai kita tau dia kurang berusaha atau salah jalan tentu kita bisa menyampaikannya dengan cara yang bijak tanpa mengurangi semangat dan optimisme dia dalam bermimpi.
Eh.. bener gak sih, semua yang udah ane tulis diatas? Haha
Ngalir aja dr tadi nulis dari smartphone.. hehe

Pokoh Baru, 22 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: