Etika di Dunia Maya

GambarDunia Maya menawarkan kebebasan yang begitu luas, seolah tanpa batas, aturan yang ada baik yang bersifat resmi seperti UU ITE tak sepenuhnya mampu membuat tatanan yang layak, entah karena kurangnya sosialisasi atau orangnya yang tidak mau tau aturan yang ada.

Sosial media, disanalah salah satu tempat yang paling terlihat bagaimana tatanan beretika di dunia maya sulit dikendalikan, banyak kasus terjadi hanya berawal dari sosial media, mulai dari kasus kecil sampai kasus besar yang berujung di ring tinju, untung tidak jadi, yang terlibat pun sangat beragam, dari para abg sampai first ladies negara ini, itulah fakta yang saat ini ada dilapangan.

So? Kita harus bagaimana?

Jika berkaca pada kenyataan diatas setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa “kontrol sepenuhnya ada pada diri kita”, kita harus mampu memilah mana yang layak dan mana yang tidak untuk di sampaikan didunia maya, kita harus mampu mengoptimalkan kebebasan yang ada ini untuk kebaikan, saat orang dengan bebasnya menyebarkan hal-hal yang negatif setidaknya kita harus mengimbangi mereka dengan menyebarkan hal-hal positif jika kita belum memiliki wewenang untuk menghentikan mereka, kalau kita diam justru hal-hal negatif akan semakin dominan didunia maya.

Disisi lain, kita tidak boleh malas untuk belajar tentang aturan yang berlaku, karena dengan memiliki pengetahuan yang cukup tentu akan sangat membantu diri kita, apalagi aturan yang ada dapat dengan mudah kita peroleh di dunia maya juga. Pertanyaannya, mau kah kita?😀

Untuk memunculkan rasa mau belajar itu, mungkin bisa kita awali dengan memperhatikan kejadian yang ada, banyak kasus yang muncul hanya karena ketidak tahuan, karena ingin ber ekspresi, menulis isi hati, eh malah ujung-ujungnya di meja hijau. Ada juga yang niatnya ingin memberikan saran tapi malah berujung dengan hilangnya pekerjaan. dan banyak kasus lain, dengan melihat itu semua, setidaknya kita bisa memotivasi diri kita untuk memperlajari aturan yang ada dengan tujuan untuk melindungi diri kita sendiri. sehingga kita tidak kebablasan dalam memanfaatkan kebebasan yang ada.

Hingga pada akhirnya kita sendiri lah, yang akan menyusun etika didunia maya yang akan kita jalankan sendiri, mulai dari hal – hal yang kecil sampai yang besar, sebagai contoh, saya punya prinsip di sosial media sebagai berikut :

1. Menghindari menulis, membagikan, ataupun mendukung hal-hal yang bersifat negatif. menghindari memojokkan, menghina, dan sejenisnya yang mampu membuat orang lain tersinggung. bagaimanapun juga akun sosial media kita bisa mencermikan bagaimana keseharian kita, so tidak herang jika saat ini untuk melamar pekerjaan ataupun ujian yang lain diminta untuk memasukkan akun sosial media.

2. Gunakan data sesungguhnya, data pribadi di akun sosial media harus sesuai dengan kenyataan, walapun nama saya di facebook tidak sesuai dengan nama di ijazah, tapi setidaknya itu nama harian saya..😀

3. di facebook, setiap ada yang meminta pertemanan akan saya konfirm, karena saya berfikir mereka berniat baik untuk silaturrahim dengan saya, kenapa harus ditolak? tapi biar seimbang, jika suatu saat saya menemukan hal-hal yang kurang pas menurut saya dari akun tersebut, tombol unfriend pun langsung di klik, kecuali pada kasus-kasus tertentu, seperti akun  tersebut di manfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab (baca : dicrak).

4. Ketika ulang tahun saya, setiap ucapan di timeline facebook harus dijawab  satu persatu, kalau mereka meluangkan waktunya untuk mendoakan saya, akankah waktu  saya terlalu mahal untuk mendoakan mereka juga?

5. di facebook, setiap ada yang menandai gambar, akan masuk moderasi dulu, jika layak maka saya tampilkan di kronologi, jika tidak yang di hidden, why? coz takutnya ada dari teman saya di fb yang keberatan jika gambar itu ditampilkan mungkin, atau karena alasan-alasan lain.

dan banyak lagi.. dimana saya mencoba menyusun etika didunia maya, setidaknya ada usahalah untuk melakukan yang terbaik. walaupun sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik juga menurut orang lain. its life..

Pokoh, 8 Des 2013

*konten bersifat opini pribadi, tidak diambil dari sumber manapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: