“Bi Dhomir” aka “بِالضَّمِيْر”

“Bi Dhomir… “, “Bi Dhomir Sul..”,”Ista’mil Dhomirok!”,”Aina Dhomairukum?!?!”, “Mafi Dhomir Pek!”…
dan banyak lagi variasinya…

Kata-kata yang hampir selalu terdengar setiap hendak melakukan suatu tindakan kala itu.. Seolah menjadi acuan terakhir apakah tindakan yang hendak dilakukan layak atau tidak, tentunya setelah semua aturan-aturan prinsip membolehkannya…

Terdengar Sederhana… tapi begitu membekas, dan dampaknya luar biasa.. karena pada saat itulah kita benar-benar belaja jujur pada diri sendiri, belajar menjadi diri sendiri, belajar mendengar diri kita sendiri.. kok bisa?
Ya.. bisa? hehe ane juga bertanya-tanya kok bisa?😀

emang siapa sih dhomir itu? dhomir disini bukanlah kata ganti, huwa/hu untuk dia laki-2, hiya/haa untuk dia perempuan, dsb.. tapi dhomir disini adalah “hati kecil”.
Jadi, setiap hendak melakukan sesuatu tanyakan dulu sama hati kecil, pantaskah? elokkah? dsb…

kenapa harus hati kecil? mari sama-sama kita cari tau jawabannya..😀
coz ane juga masih dalam proses memahami semua ini, semoga hati kecil kita selalu terjaga.. aamiin

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: