Tips belajar untuk Mahasiswa TI

Sebetulnya postingan ini ditulis setelah miris melihat arsip blog ini yang terakhir diisi hampir 2 tahun yang lalu, karena memang akhir-akhir ini lebih sering nulis di blog kampus. Hitung-hitung berterima kasih ke wordpress yang udah ngasih gratisan, maka lahirlah postingan ini.

Tulisan ini mencoba memberikan tips praktis kepada siapa pun terutama mahasiswa yang ingin meningkatkan ketrampilan di bidang IT.

Sebelum membahas tips belajar di bidang IT, perlu kita sepakati terlebih dahulu bahwa tips ini lebih fokus pada peningkatan skill atau keahlian, dan pastinya peningkatan keahlian akan diikuti oleh peningkatan pengetahuan juga. Nah, perlu kita ingat juga bahwa luasnya cakupan bidang di dunia IT secara umum bisa kita bagi ke dalam 3 kategori; Pemrograman, Jaringan dan Multimedia.

Semua materi dari ke-tiga kategori tersebut biasanya akan kita dapatkan di bangku perkuliahan, tentunya dengan porsi yang disesuaikan mengingat padatnya kurikulum yang harus dipelajari. Pertanyaan selanjutnya adalah, Sudah cukupkah materi yang kita dapatkan di perkuliahan sebagai bekal? perlukah kita menambah lagi belajar untuk mendalami suatu materi tertentu? Jawabannya simple, jika kita sudah bisa untuk mengimplementasikan semua materi yang kita pelajari ke sebuah hal yang benar-benar nyata, maka sudah cukup walaupun masih pada tahapan pemula; programmer pemula, videografer pemula, network engineer pemula, dsb..

Dari level Pemula inilah semua harus dimulai, dilatih dan dikembangkan sehingga akan naik ke level intermediate dan level advanced. Ibarat naik anak tangga mulai dari bawah hingga sampai ke lantai 2, lantai 3, dst..

Ups, panjang kali openingnya ternyata.. maaf kan pemirsa, di skip aja langsung ke paragraf inti setelah ini.

Tips untuk mendalami suatu materi di bidang IT ada 3:

Tips Belajar IT
                                      Tips belajar IT
  1. Based on Project
    Jika di perkuliahan kita belajar sesuai judul materi, jangan ulangi langkah itu. Tentukan sebuah project dari awal, rancang sedetail mungkin, dan kerjakan sesuai rancangan awal.
    Contoh : Project Website untuk Sekolah, Project Video Iklan Manfaat Nuklir, Project Instalasi Jaringan intranet Kos. dll.
    Kerjakan dari bagian mana yang paling mudah, jika mentok di suatu bagian segera beralih ke bagian yang lain dulu, terus jaga konsistensi dan tekad untuk menyelesaikan project tersebut.
    Jika dalam mengerjakan project menemukan hal-hal baru dan unik yang belum ada di rancangan abaikan!, cukup catat hal itu dan rencanakan di project selanjutnya, tetap fokus pada rancangan awal project yang sudah dibuat.
  2. Join all Forums
    Forum yang dimaksud di sini adalah semua jenis forum yang berhubungan dengan project kita, baik forum offiline seperti sebuah komunitas maupun forum online, baik yang resmi dari suatu vendor tertentu hingga group di sosial media, gabung dan jadilah member aktif jangan sekedar silent reader.
    Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan kita dan juga mencari solusi saat kita menghadapi suatu masalah, karena biasanya topik diskusi di forum-forum tersebut lebih terbuka dan berbasis pada pengalaman nyata, baik itu yang sifatnya  error handling sampai yang sharing project.
  3. Don’t Forget to Share
    Yup, jangan lupa untuk share apa yang sudah dilakukan selama mengerjakan project, share dimana? dimana pun juga, Blog Pribadi, Sosial Media, Forum, dll. Share hal-hal yang positif seperti berhasil menyelesaikan suatu error, atau pertimbangan-pertimbangan memilih suatu opsi, sampai tutorial langkah-demi langkah menyelesaikan suatu tahapan project.
    Mengapa harus berbagi? karena kita saat ini berada di era informasi, dengan berbagi kita menyampaikan pesan bahwa kita sedang berkecimpung di bidang itu dan lingkungan akan mengenali kita melalu informasi tersebut.

Itu 3 tips sederhana yang bisa terus diulang-ulang. Sampai kapan?
Tidak ada batasan sampai kapan, tapi yang pasti iterasi ke-2, ke-3, dst akan membawa kita ke level yang berbeda.

Kok bisa? bisa atau tidak itu pilihan kita, kita yang harus memaksa diri kita untuk keluar dari satu level dan naik ke level berikutnya. Maksudnya bagaimana? Contohnya pada project pertama kita membuat sebuah project yang sederhana, setelah selesai kita masuk ke project ke-2 yang menyempurnakan project ke-1. Nah, masuk ke project ke-3 cobalah mencari free real client, pihak ke 2 yang mau kita jadikan object pembuatan project kita dan kita memberikan secara cuma-cuma, seperti buat web toko online untuk kedai kelontong tetangga, buat video iklan gratis untuk acara nikahan kakak, buat instalasi jaringan gratis untuk RT/RW, dsb. Kerjakan sampai berhasil! Untuk selanjutnya jika client sudah merasa puas, barulah project-project berikutnya dengan tarif tertentu, asyik bukan? Sepertinya asyik, tapi yang pasti ada proses yang harus dilalui untuk sampai kesana.

Semoga tips sederhana ini bisa memberikan sedikit sudut pandang, jika ada yang ingin di diskusikan sangat kami tunggu.

See You..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: