Esensi dari Bimbingan Proyek Akhir/Skripsi

Pembaca yang budiman, walaupun nama anda bukan budi…

Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi di Indonesia hampir semua kampus menerapkan Skripsi atau Proyek Akhir (PA) atau sejenisnya yang menjadi salah satu kewajiban mahasiswa sebelum diwisuda menjadi seorang Sarjana. Walaupun PA adalah sebuah mata kuliah, tetapi metode pembelajaran yang digunakan berbeda dengan mata kuliah lainnya, yang pasti lebih berat daripada mata kuliah reguler lainnya. Setiap kampus akan memiliki kebijakan dan budaya yang berbeda mengenai PA, tapi salah satu kesamaan yang ada dalam pengerjaan PA adalah adanya Dosen Pembimbing. Nah, ini menjadi salah satu hal menarik untuk kita diskusikan.

Tulisan ini dibuat untuk merefleksi diri sebagai seorang pembimbing, dan juga untuk mahasiswa yang harus memahami makna dari proses bimbingan itu sendiri. Sehingga tidak menjadikan proses bimbingan sebagai kambing cokelat atas PA-nya yang jalan ditempat.

PA adalah mata kuliah yang berbasis penelitian, dimana Mahasiswa bertindak sebagai Subyek Utama.

Sudut Pandang Mahasiswa

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(sumber gambar : https://www.instagram.com/p/BgGkLHql9bB/?utm_source=ig_web_button_share_sheet)

Saat seorang mahasiswa sudah memasuki masa untuk mengerjakan PA, sudah selayaknya dia untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

  • PA bukan sekedar apa yang terlihat oleh mata, tetapi kesuksesan dalam mengerjakan PA dipengaruhi oleh banyak hal yang melekat pada diri kita, seperti: Kemampuan akademik, keluarga, kesehatan, keuangan, pengembaraan hati, Doa, Motivasi, dan hal-hal lainnya.
  • Proses paling ideal adalah : Kenali Secara Utuh -> Lakukan Pemetaan ->Laksanakan.
    Kenali diri kita, lingkungan kita dan berbagai hal yang dirasa mempengaruhi proses PA kita.
    Kita lakukan pemetaan dan perencanaan seideal mungkin, dan laksanakan!

Bimbingan bukan sekedar melaporkan progres tapi juga bukan ajang curhat dan gosip

Terkait proses bimbingan, sebagai mahasiswa yang pada penelitian PA bertindak sebagai Subyek Utama harus benar-benar bisa menempatkan proses bimbingan pada tempat yang baik

  • Kenali pembimbing secara baik; dari sisi cara bimbingan, cara komunikasi, waktu bimbingan, media bimbingan, dll.
  • Jangan hanya datang untuk melaporkan jika ada perkembangan saja, tapi kalau ada kendala-pun seharusnya datang untuk meminta arahan dari pembimbing.
  • Gunakan energi positif saat bimbingan, sebesar apapun kendala yang dihadapi saat disampaikan dengan energi yang positif akan berbeda hasilnya jika kita seolah-olah datang menambah beban pembimbing.
  • Saat menceritakan perkembangan yang menggembirakan, jangan lupa menceritakan prosesnya, mungkin hasilnya menggembirakan tetapi ada proses yang terlewatkan, sehingga pembimbing bisa mengingatkan.
  • Kalau kita beruntung mendapat pembimbing yang sangat akrab dengan kita, maka kita tetap harus tahu batasannya. Apalagi saat pembimbing menanyakan informasi tetang teman mahasiswa yang lain. Kalau memang kita tidak benar-benar tau maka jangan pernah mengatakan hal yang apa kita lihat, kita percaya setiap orang punya alasan tersendiri di balik setiap pilihannya.
  • Jaga komunikasi dan ritme penelitian; Saat kita sadar bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi proses PA, maka kita harus mampu menjaga komunikasi dengan pembimbing, sehingga kita tidak masuk kategori mahasiswa “siluman”.
  • Dosen ibarat cermin, jika kita menampilkan hal yang positif makan dosen akan memperlakukan kita dengan positif. Jika kita gunakan cermin untuk mempercantik diri dengan cara yang benar, maka cermin akan membantu kita dalam proses itu.

Sudut Pandang Dosen

Bagian ini saya tulis berdasarkan apa yang saya fahami, saya alami dan menjadi bahan perenungan bagi saya sendiri khususnya dalam bertindak sebagai seorang pembimbing.

  • Mahasiswa bimbingan adalah amanah; ini adalah prinsip dasar yang melandasi semua proses bimbingan. Saat kita mendapat amanah sudah pasti kita harus menyelesaikannya dengan baik, artinya misi terlaksana jika mahasiswa berhasil menyelesaikan PA.
  • Setiap mahasiswa bimbingan adalah orang yang berbeda; sudah pasti cara memperlakukan mahasiswa antara satu dan yang lain tidak sama. Karena kita pasti sepakat bahwa adil itu bukan berarti sama rata, tetapi adil itu sesuai dengan porsinya.
  • Obyektif vs Subyektif : Dalam pendidikan obyektifitas sudah pasti harus, karena kita tidak boleh tembang pilih. tetapi kita juga harus mampu mengenali mahasiswa bimbingan kita sedetail mungkin. sehingga cara kita harus tepat dalam mengimplementasikan Obyektifitas.
  • Mengesampingkan Standar Pribadi dan Ego; sudah pasti kita semua sepakat. Tapi, dalam kenyataannya ini tidak mudah, kita sering lupa bahwa kita punya dosen partner pembimbing atapun dosen lain yang berhubungan. Kita sering lupa bahwa ukuran keberhasilan penelitian PA seorang mahasiswa tidak mutlak ditangan kita, tetapi hasil diskusi dengan partner pembimbing dan dosen penguji saat proposal.
  • Bagian dari solusi bukan bagian dari hambatan; tampak klise tapi bukan tidak mungkin untuk terjadi. Seharusnya pembimbing adalah orang yang paling kenal dengan mahasiswa bimbingannya, sehingga jika terjadi masalah pembimbinglah yang memperjuangkan bahkan membela mahasiswa bimbingannya. Tapi, bagaimanapun dosen adalah manusia, sehingga kadang lupa dan seolah-olah justru mahasiswa sebagai obyek utama dalam PA merasa bahwa pembimbingnya adalah penghalang.
  • Memudahkan tanpa melanggar aturan; Idealisme seorang dosen menunjukkan siapa dosen tersebut. Tapi kita sering lupa kapan dan bagaiaman idealisme itu diimplementasikan dengan baik. Disisi lain, kita juga harus menyadari bahwa PA bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan seorang mahasiswa. Maka kita harus mampu mengasah kebijaksanaan kita saat melihat batas kemampuan setiap mahasiswa bimbingan kita.

Pada akhirnya, sesuai judul postingan ini, apa esensi dari bimbingan PA yang sesungguhnya?

Bimbingan PA merupakan proses yang melibatkan manusia + manusia, bukan manusia + mesin atau bahkan mesin + mesin. Sehingga ada banyak hal yang melekat pada manusia harus diperhatikan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s